Tuesday, February 24, 2009

History

Sumba adalah satu pulau yang merupakan bagian dari kepulauan di propinsi NTT. Secara sensus penduduk mayoritas penduduk pulau Sumba adalah Katolik dan Protestan. Tetapi dalam kenyataannya 80 % lebih penduduk sumba masih menyembah marapu (nenek moyang) dan masih menganut animisme dan dinamisme. Adat mengikat dengan kuat rakyat Sumba dalam kebodohan dan kemiskinan, bahkan ironisnya bagi merk yang sudah masuk gerejapun tetap terikat dalam adat istiadat, mempersembahkan darah dan sesaji buat roh nenek moyang.

Penyembahan marapu ini adalah akar dari segala dosa yang terjadi di sumba ini. Dalam acara adat mereka akan pesta pora, mabuk, judi dan meminum darah. Karena acara adat merk harus membawa puluhan ternak untuk dipotong dalam satu hari. Yang menyebabkan kemiskinan. Dan kemiskinan menyebabkan hutang, kebodohan, kejahatan dan segala dosa-dosa lain.
Itu sebabnya tugas pemberitaan Injil sangat penting untuk dilakukan. Yesus harus diberitakan sebagai Satu-satunya Allah yang menebus, menyelamatkan dan membebaskan. Tanpa Yesus penduduk Sumba tanpa harapan.

Selama melayani di Sumba, saya sudah bertatap muka dengan ribuan orang membagikan kabar Injil Keselamatan. Saya percaya, tugas pemberitaan ini tidak percuma untuk dilakukan dan akan semakin efektif dengan dukungan dana dan fasilitas yang baik. Selama ini saya pergi ke satu tempat pedalaman di punggung sepeda motor sejauh ratusan kilometer dengan jalanan yang begitu rusak parah. Peralatan kita bawa dengan mobil sewaan yang menghabiskan ratusan ribu rupiah hanya untuk satu kali acara penginjilan. Dengan fasilitas yang lebih baik, program penginjilan ini kita bisa lakukan dengan lebih efektif dengan hasil yang kekal: buah-buah dalam kerajaan sorga.

Kekristenan disimpulkan dalam satu perintah : Mengasihi ! (Mat 22:36-40). Dan mengasihi berarti memberi. Bahkan memberi sgalanya seperti contoh Yesus yang memberi nyawanya bagi kita, orang-orang yang tidak layak diampuni, oleh karena kasihNya. Maukah kita taati perintah Yesus, untuk memberi dari kelimpahan yang telah diberikanNya, supaya banyak orang juga menerima kasih karunia yang sama ? Tidakkah anda rindu suatu saat di surga banyak orang yang bertemu saudara, orang orang yang tidak anda kenal, dan berkata: Terimakasih, saya telah diselamatkan karena kepedulian anda.

Jadi, marilah saudara…. bantu kami untuk menginjili Sumba !

For The Glory of The Father, The Son and The Holy Spirit,

Parlin, Ev
AEON Ministry

Post a Comment

  © Blogger template 'Minimalist G' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP