Sudahkah Yesus Melihat Melalui Mata Anda?
Ketika saya sedang duduk di pastori suatu gereja, menunggu saat untuk berkotbah. Pandangan saya tertumpu pada sebingkai gambar Yesus di dinding pastori. Sebagian masyarakat yang saya layani masih kental dengan kebudayaan penyembahan berhala. Hati saya berkata, inilah cara merk memvisualisasikan Yesus. Yesus dalam potret mereka adalah Yesus yang tersenyum, Yesus yang ganteng.
Bagaimanakah masyarakat penyembah berhala ini mengenal Tuhan yang benar ? Bagaimana merk bisa mengerti Tuhan? Sepertinya ada gap yang besar antara tingkat pemikiran merk dengan kabar keselamatan. Kalaupun merk mau percaya bagaimana merk bisa memvisualisasikan Yesus, SeOrang Yahudi (pikirkan mengenai gap kebudayaannya) ? Atau bagaimanakah kita bisa mengenal Tuhan ? Kita yang tidak pernah melihat wajahNya. Bagaimanakah kita dapat menangkap semua kekudusanNya, kebaikanNya, kasihNya dan kemuliaanNya?
Tiba-tiba saya sadar itulah alasan saya ada disana. Alasan saya disana bukan hanya untuk berkotbah tetapi memancarkan Yesus. Roh Kudus menyadarkan saya bahwa “Yesus yang akan merk sembah bukan hanya Yesus yang saya kotbahkan tetapi juga Yesus yang saya pancarkan”. Saya bukan hanya pemberitanya, sayalah kotbahNya. Yesus yang ada dalam diri pengkotbahlah yang menggugah merk. KekudusanNya, kebaikanNya, kasihNya yang hangat dan kemuliaanNya, harusnya merk lihat ada dalam saya. Merk berhubungan dengan Yesus melalui saya. Injil tidak hanya perkataan tapi kuasa dalam kehidupan.
Ini sungguh memotivasi saya. 2 Kor 3:18 “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak terselubung”. Ketika orang melihat anda merk seharusnya melihat Yesus. Anda adalah bulan yang merefleksikan kemuliaan mataharinya Yesus. Dunia tahu Yesus ada disini karena kita. Anda adalah surat yang terbuka. Anda adalah kotbah Yesus setiap hari bagi generasi yang sesat dan jahat ini.
Bagaimana dengan lingkungan perumahan anda ? Bagaimana dengan kantormu ? Bagaimana dengan komselmu ? Bagaimana dengan gerejamu ? Biarkan Yesus berkotbah kepada mereka. Dan biarkan itu menjadi kotbah yang sangat-sangat-sangat berkuasa dalam nama Yesus ! Amen !
Parlin, Ev
0 comments:
Post a Comment