Kabar baik belumlah kabar baik sebelum anda memancarkannya
1Co 4:20 Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.
Satu masalah terbesar pengabaran Injil di Sumba sejak jaman Belanda melakukan zending di pulau ini adalah petobat-petobat baru yang kembali lagi ke penyembahan berhala dan dosa-dosa seperti beristri banyak dan okultisme.Matius 13 menceritakan mengenai benih yang ditaburkan di tanah berbatu-batu yang segera tumbuh tetapi tidak berakar dan tahan sebentar saja.
Batu-batu ini adalah jamahan kultural masyarakat yang masih sangat kental. Kesadaran adat dan kuasa kegelapan yang tinggi membuat mata rohani merk tertutup buat kesadaran akan Allah. Belum lagi tingkat pemikiran yang rendah, gap budaya dan bahasa, dan kemiskinan turun temurun. Ini semua adalah faktor-faktor yang membuat merk menerima Injil dengan sukacita tetapi mempunyai kecenderungan kembali lagi ketika merk mengalami aniaya dan tentangan dari tetua adat dan orang-orang fasik atau bahkan oleh godaan kesenangan dosa.
Puji Tuhan untuk pembaharuan karismatik. Kristus yang dipancarkan, yang menyembuhkan dan membaptis Roh Kudus, membangun kesadaran akan Allah yang baru. Gereja tidak lagi nampak sebagai hanya liturgi, tetapi keselamatan ada di dukun marapu. Ternyata Allah org Kristen adalah Satu-satunya Allah. Dia menyelamatkan, menyembuhkan dan membaptis dalam RohNya. Mereka belajar menghormati hamba Tuhan, karena hamba Tuhan ternyata bukan hanya tukang kutip kolekte tetapi wakil Allah di bumi ini.
Saya belajar Kristus harus dipancarkan. Kadang kita hanya punya kebenaran saja. Tapi itu tidak cukup. Kita perlu kuasa dan kasih. Secara signifikan itu begitu kelihatan di masyarakat penyembah berhala seperti Sumba. Dimana anda tidak akan kemana-mana dengan kotbahmu kalau engkau tidak punya kuasa dan kasih. Tapi saya yakin di Jakarta, ini pun tetap sama. Anda harus memancarkan kebenaranNya, kasihNya dan kuasaNya.
Kebenaran berarti pengetahuan mengenai Allah, Kasih berarti perbuatan karena pengetahuan itu. Dan kuasa adalah Energi dibalik perbuatan-perbuatan kita. Dan semuanya ada didalam Yesus. Saya percaya Dia masih berkotbah. Dan anda adalah kotbahNya !
Parlin, Ev
0 comments:
Post a Comment